Lompat ke konten

KONSER LITERASI

DALAM RANGKA PUNCAK ACARA BOOK CHARITY SEKALIGUS MEMPERINGATI HARI GERAKAN PEMASYARAKATAN MINAT BACA (GPMB) Rabu, 19 Oktober 2022
  • oleh

Setelah 2 tahun belakangan mengalami penurunan angka kunjungan akibat pandemi, di tahun 2022 ini upaya peningkatan jumlah pengunjung perpustakaan daerah sudah dilakukan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan melalui berbagai promosi minat baca, penambahan fasilitas perpustakaan, dan melaunching Book Charity yang di dalamnya meliputi donasi buku, senam literasi, kursus gratis, lomba lukis telenan dan pada puncak acaranya ditutup dengan adanya Konser Literasi pada hari ini. Layanan perpustakaan keliling juga sudah dioptimalkan menggunakan anggaran yang ada yang menjangkau 12 sekolah di masing-masing desa dalam 10 kecamatan, namun kenyataannya tidak mudah untuk mengembalikan minat masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan yang sampai bulan september hasilnya belum terlihat signifikan. Tercatat sejak awal juni diperbolehkan melepas masker dan dibukanya kembali layanan perpustakaan rata-rata tercatat per bulan hanya 268 pengunjung dari 580an pengunjung biasanya sebelum pandemi. Meskipun demikian tetap harus kita syukuri, jika sudah berusaha saja belum mampu memulihkan keadaan apalagi kalau tidak melakukan apa-apa. Semoga muncul ide-ide baru dan strategi yang lebih jitu di masa mendatang.

Pembaca yang berbahagia, Selain meningkatkan minat baca masyarakat, Perpustakaan juga berperan untuk memajukan kebudayaan daerah sekaligus sebagai wahana pelestarian kekayaan budaya lokal. Konser literasi ini selain bertepatan dengan peringatan hari GPMB juga merupakan kesempatan bagi kami untuk membuka kembali cara pandang kita semua bahwa Dinas Kearsipan dan Perpustakaan tidak hanya bergulat dengan pengelolaan administrasi surat-menyurat kearsipan dan layanan pinjam buku perpustakaan. Akan tetapi, Dinarpus merupakan instansi vital dalam menyelamatkan naskah kuno, dokumen-dokumen kuno maupun koleksi budaya etnis nusantara/lokal, melestarikan nilai-nilai budaya serta menggali dan memperkaya literatur/pustaka dari budaya lokal yang hampir punah oleh jaman, yang kemudian tidak hanya disimpan tetapi perlu disajikan dalam bentuk galeri pustaka/galeri arsip maupun melalui even-even tertentu agar masyarakat dapat mengenali sejarah dan kekayaan budaya, seni maupun tradisi yang dimiliki sehingga dapat meningkatkan kecintaannya terhadap daerah tempat tinggalnya.

   

Dalam konser ini, kami mencoba menampilkan kesenian Jedor, Tari gondoriyo, dan Barongan.  Yang semuanya masih minim literatur dan perlu penelusuran lebih lanjut oleh Dinarpus.  Syair/lirik jedoran misalnya rara-rata hanya dihafal diluar kepala belum tertuang secara apik tertulis di atas kertas maupun terekam dalam bentuk file.  Jedoran bonang kali ini kami prioritaskan untuk bisa kami konserkan dengan pertimbangan karena kedekatan lokasinya dengan pasujudan sunan bonang dimana Sunan bonang lah yang dulu menciptakan jedoran ini dalam rangka syiar Islam di Jawa.  Eman kalo jedoran bonang ini yang kemudian punah dan hilang tak berbekas.  Sementara berdasarkan penelusuran awal, sudah kita temukan jedoran yang masih eksis di berbagai wilayah di Kabupaten Rembang yang rencananya menjadi prioritas untuk kita lakukan penggalian informasi lebih mendalam. Demikian pula dengan tari gondoriyo dan barongan, masih perlu kita perkaya literatur dan pustakanya sehingga pesan-pesan moral dan nilai-nilai yang dibawanya dapat terselamatkan dan sampai kepada anak cucu kita.  Tentunya tugas ini bukan tugas yang mudah dan gampang, Perlu semangat dan kesungguhan itu saja kuncinya.

 

Diramaikan oleh the pitoe band juga tarian gegala persembahan TBM Himawari, Dalam kesempatan Konser Literasi ini, Bapak Bupati Rembang, Abdul Hafids,  selain memberikan sambutan dan arahan juga menyerahkan piagam penghargaan Lomba lukis telenan tingkat SD dan secara simbolis memberikan bantuan buku hasil penggqlangan donasi buku kepada Taman baca Himawari dan Perpusdes BAROKAH desa turus gede, dilanjutkan foto bareng.  Berbondong-bondong pula rombongan Jedor bonang minta foto bareng dengan bapak Bupati, selain karena bangga bisa ketemu bapak bupati secara langsung harapannya jedor bonang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah kabupaten agar bisa lestari dan semakin dicintai.  Aamiin. _En